Sabtu, 28 Februari 2015

perjalanan sii amenore primer I

Pengalaman ini saya tulis bertujuan utk share dg para penderita amenore primer yg berniat utk melakukan pengobatan dan terkendala dg kisaran biaya yg menurut saya lumayan mahal. Jd ini saya tulis utk gambaran2nya yahhhh :)

Aku dan kakakku terlahir sbg gadis amenore primer,dg kata lain tidak pernah mengalami menstruasi seumur hidup,sampai sekarang aku berusia 27th. Alasanku tidak pernah berobat ke dokter karena takut akan biayanya yg mahal,karena aku bukanlah wanita yg berasal dr ekonomi atas.

Hingga akhirnya kmrn aku nekat mengunjungi RSCM kencana ( klinik yasmin ) dg membawa uang hasil tabunganku dan suamiku.

Sebelumnya kami sudah melakukan perjanjian 5 hari sebelumnya dg petugas RSCM by phone dan 1 hari sebelum hari H dikabari lewat sms kalau prakteknya dihari sabtu mulai jam 12 siang dan kami mendapat no urut 18 dg Dr.dr.R.Muharram SPog

Sesampainya disana,kami melakukan registrasi ulang dg mengisi biodataku. Setelah itu,kami harus menunggu sekitar 5 menit ( secara waktu itu pengunjungnya sedikit ) utk mendapatkan kartu registrasi.

Setelah mendapat kartu registrasi,kami lgsg menuju klinik yasmin yg terletak di lantai 4 RSCM kencana.
Setibanya disana kami melakukan pemeriksaan tensi darah,tinggi dan berat badan. Petugas pun menanyakan ttg riwayat kesehatan.
Setelah itu kami harus menunggu lg karena dokternya blm datang,ditambah lg sabtu itu pasiennya sangat banyak. Sekitar 4,5jam menunggu akhirnya nama saya dipanggil juga ( akhirnya,,,,) bertemulah kami dg Dr.Muharram. orgnya ramah lho :p

Beliau menanyakan dg detail ttg kasus amenore saya. Mulai dr saya anak keberapa,berat badan saya berapa saat lahir dsb..
Kemudian saya disuruh berbaring dikamar tindakan utk melakukan USG follicular tracking dan pemeriksaan fisik seperti payudara dan bulu2 di beberapa bagian tubuh saya ( untungnya disitu ada suster cewek :p )

Sebelumnya saya sudah membuka segala pakaian saya yg bawah,hingga tidak memakai apa2 lg. Huhu malunya,tp mau bagaimana lg... demi kesehatan :p

Setelah itu,barulah alat USG yg sepertinya terbuat dr besi itu dimasukkan k dalam vagina saya,didalam monitor,saya bs melihat alat itu menerobos vagina saya. Karena alat itu tidak bs menerobos vagina saya lebih dalam,hanya ujungnya saja,dokter mengatakan kalau adanya kelainan dlm vagina saya. Hiks.

Dr.Muharram blm bisa menyimpulkan penyebab amenore saya utk saat ini,karena saya harus melakukan rangkaian test lg rabu besok.

Akhirnya pemeriksaan hari itu selesai,kami menuju kasir dan melakukan pembayaran dg rincian sbg berikut :

-jasa RS cluster : Rp.50.000
-konsultasi : Rp. 250.000
-USG follicular tracking : Rp.135.000
-kondom sutra : Rp.1.881
-sensi gloves : Rp.438
-vulva hygiene : Rp.25.000
-kamar tindakan 15menit : Rp.100.000
Total : Rp.562.319


16 komentar:

  1. mba bersabar ya mba.. #peluk :)

    BalasHapus
  2. Mba boleh minta no kontak atau pin bb ga kebetulan saya sedang jalani pemeriksaan sudah 3 kalibelum berhasil malah suruh cek darah :'( ini pin bb saya mba 576A2AF6

    BalasHapus
  3. mb bisa sharing hasil selanjutnya....

    BalasHapus
  4. Mb mohon sharing untuk proses selanjutnya

    BalasHapus
  5. Mba minta alamat emailx donk

    BalasHapus
  6. boleh minta alamat emailnya ngga sis-sis yang pada disini, saya juga penderita amenore. Sedih dan tertekan rasanya

    BalasHapus
  7. Boleh minta alamar emailnya?? Saya mau sharing

    BalasHapus
  8. Randomblog68@gmail.com ini mba rani
    ditunggu sharingnya yah

    BalasHapus
  9. Aku jga blum sembuh krna hrus operasi vagina sya berhenti berobat krna sya gk mmpu byar biaya yah enth smpai kpn kya gni trus

    BalasHapus
  10. Saya juga d vonis amenore, saya d sarankan minum cyclo dan memang terjadi haid,. Tpi klo g minum y g bisa haid 😭 saling mendoakan yg terbaik y bund dan yg terpenting suami tetap mendampingi kita dan menerima kondisi kita 😞

    BalasHapus
  11. Halo saya juga seorang amenorrhea primer, sudah berumur 22 tahun dan tidak mengalami menstruasi. Jika ada yang ingin sharing cerita bisa e-mail ke orenokomorebi@gmail.com
    Mari berteman dan saling menguatkan ����

    BalasHapus